Minggu, 03 Juli 2011

Daging dari Tinja buatan Jepang

Wujudnya mirip daging sapi. Nilai gizinya pun tak kalah dari daging hewan itu. Soal rasa, tentulah tergantung pada masakannya. Yang pasti benda kenyal mirip daging itu layak dikonsumsi, padahal asal muasalnya dari, maaf, tinja manusia.

Daging buatan tersebut karya ilmuwan Mitsuyuki Ikeda, peneliti di Okayama Laboratory, Jepang. Ikeda melakukan percobaan itu lantaran mendapat tantangan dari badan pengelola limbah manusia Tokyo, yang kewalahan mengelola lumpur tinja yang berada di tempat penampungan limbah WC. Digitaltrends.com, kemarin, mengabarkan, lembaga itu minta supaya Ikeda mencari jalan untuk memanfaatkan limbah yang berjibun tersebut.

Ilmuwan itu lantas melakukan serangkaian penelitian. Lumpur tinja tersebut ternyata mengandung protein yang dihasilkan dari bakteri.

Ikeda kemudian mengekstrak protein tersebut, mengombinasikannya dengan unsur zat lainnya, dan "memasakknya" dalam suatu reaktor sehingga dihasilkan potongan seperti daging iris.

Daging buatan itu mengandung 63 persen protein, 25 persen karbohidrat, 3 persen lipid dan 9 persen mineral. Untuk memberi kesan bak daging beneran, Ikeda menambahkan pewarna makanan warna merah, dan untuk rasanya diberi protein minyak

Bagaimana rasanya? Para penguji yang memakan daging buatan itu setelah dimasak menjadi burger mengaku rasanya mirip dengan daging sapi.

Harga daging buatan itu memang masih sangat mahal, sekitar 20 kali lipat ketimbang daging asli, karena ongkos penelitiannya makan biaya banyak. Namun, jika kelak sudah bisa diproduksi massal maka harganya bisa lebih murah daripada daging asli.

Masalahnya, kata Ikeda, adalah kesiapan manusia untuk mengonsumsi daging buatan tersebut. Maukah Anda makan daging dari tinja Anda sendiri? Ya, ini masalah utamanya.

POOP BURGER
Alasan yang mendasari riset Mitsuyuki Ikeda adalah:
  1. - Industri pengepakan daging menyebabkan 18% emisi gas rumah kaca yang sebagian besar berasal dari pelepasan metana dari hewan.
  2. - Industri ternak juga mengkonsumsi jumlah besar pakan dan air dalam kaitannya dengan jumlah daging yang dihasilkan.
  3. - Akhir2 ini banyak ditemukan industri daging yang tidak manusiawi dan kejam terhadap hewan.
Proses yang dilakukan Ikeda diawali dengan mengekstraksi protein dan lipid (lemak). Protein dan Lipid tersebut dikombinasikan dengan bahan katalisator, menghasilkan "DAGING" sintetis. Hasil produk tinja ini dibuat lebih gurih dengan menambahkan kedelai dan saus stik.

Saat ini, harga burger tinja ini lebih mahal 10-20 kali daging biasa, karena mahalnya biaya penelitian. Namun Ikeda yakin dalam beberapa tahun mendatang harga tersebut bisa ditekan. Dia mengakui bahwa pada awalnya "beberapa orang" mungkin memiliki keengganan psikologis untuk memakan "DAGING" buatan yang terbuat dari kotoran mereka sendiri, namun dia yakin ada orang2 yang akan berpikiran terbuka untuk mengkonsumsi bahan makanan alternatif temuannya yang sangat rendah lemak itu...

Daging buatan rendah lemak dapat mengurangi emisi limbah dan karbon, namun sulit untuk konsumen untuk mengkonsumsi burger tinja dengan alasan
bahwa "DAGING" tersebut ramah lingkungan.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Powered by Blogger